Di pinggir senja itu...
gadis melempar pandang
ke alam luas haruman
anggerik rimba menyapa hidu
coretan senja perlahan meninggalkan masa
berapa luas laut di depan..
berapa dalam air di lautan
tak pernah mau diduga
kerana faham akan riak ombak yang sering bercerita
sekuat mana ombak menghempas
segagah mana badai melanda
hanya pantai yang setia menemani
biar dirinya kian terhakis
pantai cuba tabah menghadapi
baginya itu hanyalah permainan alam rasa
awan pun membenih
hujan tidak mampu membendung sarat
mau diusung ke tempat lain
namun gugur di pantai senja
berhujanlah pantai dengan tangisan awan
ikhlas rasa yang tak pernah dipaksa
yang cuba mengalirkan arus rasa
haruskah ditembok pagar dusta
demi menjaga limpahan yang tumpah
biasan senja di permukaan air
adalah singgahan warna sebentar
cuma pabila gelap malam
mengambil ruang laut
menjadi suram ombak pula menderu
rasa erti rindu tidak menggamit
kasih makna resah bukan memujuk
sayang apa pun maksud
kehadiran malam telah diduga oleh sang senja
setangkai Roja merah...
yang penuh dilingkari duri digenggam erat ...
tertusuk duri..
darah merah memgalir
di celah genggaman akan sentiasa menyegarkan
kuntuman Roja suatu ketika nanti...
saat kelopak digugurkan menyentuh bumi
angin pun berhembus melodi
membisik ingatan sebuah irama jauh di mata...
namun dekat di hati..
maafkan gadis wahai senja
kiranya kejujuran itu tersentuh
rasa bicara yang tidak tertutur kata cerita rindumu...
masih dalam peradaban izinkan gadis
terus mengutip sisa pesonamu
rahsia senja masih kekal bermisteri...


0 Responses to "~Bicara Gadis Di pinggir Senja...~":
Catat Ulasan